Senin, 06 Februari 2012


BAB II
TUJUAN PONDOK PESANTREN

A.   JANGKA PENDEK
Dengan diadakannya pembinaan di Pondok Pesantren, diharapkan mampu memberikan pendidikan akhlak serta kefahaman agama kepada Generasi Penerus yang pada saat ini memasuki masa transisi dimana pada masa – masa ini gejolak perkembangan emosionalnya perlu mendapat perhatian yang serius agar mereka tidak sampai terjerumus dalam kemaksiatan dan kerusakan akhir zaman. Karena saat ini pengaruh pergaulan bebas, narkoba dan juga hal – hal yang berbau porno mudah kita jumpai disekitar kita. Sehingga apabila Generasi Penerus kita tidak mempunyai benteng kefahaman yang kuat, akan sangat mudah terombang – ambing dan terpengaruh pada kerusakan zaman tersebut.
Maka, dalam rangka membina Generasi Penerus tersebut memerlukan tempat pembinaan yang memadai sehingga bisa memberikan hasil yang optimal. Diantaranya adalah Ruang Belajar / kelas permanen yang dapat memberikan kenyamanan dalam proses belajar mengajar. Kamar tidur yang layak dan memadai baik dari segi estetika maupun kesehatan. Dan juga arena permainan bagi anak – anak mutlak diperlukan mengingat saat ini mereka masih dalam masa – masa bermain.
Tetapi kondisi yang ada saat ini, sarana prasarana Pondok masih sangat perlu ada pembenahan dan penambahan. Mengingat beberapa bangunan Pondok yang ada, kondisinya perlu diperbaiki dan sebagian lagi harus dibongkar dan diganti dengan bangunan baru demi keselamatan semua dikarenakan atap bangunan sudah mulai rapuh. Beberapa bangunan yang kondisinya perlu di perbaiki antara lain :
1)      Kamar Guru
2)      Ruang UKP (Unit Kesehatan Pondok)
3)      Kamar mandi putra dan putri
4)      Kamar tidur Putra
5)      Dapur umum
6)      Kamar tidur Putri serta UKP putri.
Para pengurus sudah berupaya mencari terobosan – terobosan dana guna menunjang hal tersebutdiatas. Tetapi sampai saat ini masih belum menghasilkan dana sesuai dengan apa yang diharapkan. Maka melalui Proposal ini diharapkan ada beberapa Donatur yang sudi menyisihkan sebagian harta untuk andil Jariyah Pembangunan di Pondok. Sehingga apa yang sudah dicanangkan oleh para pengurus untuk membina Generasi Penerus sejak dini (Usia Cabe Rawit) bisa terwujud dengan hasil yang maksimal.


D. VISI DAN MISI

VISI

TERWUJUDNYA GENERASI PENERUS YANG MAMPU DAN MENANG BERKOMPETISI DI ERA GLOBALISASI DENGAN MODAL ILMU DAN KEFAHAMAN SERTA MAMPU MENGENDALIKAN DIRI SEBAGAI CALON PEMIMPIN YANG PROFESIONAL DAN RELIGIUS, BISA TAMPIL SEBAGAI MOTIFATOR DAN DINAMISATOR MASYARAKAT

MISI

                               I.            Memberi bekal Generasi penerus dengan Ilmu Al Qur’an dan Al Hadits.
                            II.            Membentuk Karakter Generasi Penerus yang mempunyai Akhlak mulia.
                         III.            Memberi Motifasi pada Generasi Penerus agar memiliki jiwa Mandiri, Kreatif dan Inofatif dalam menghadapi segala hambatan dan rintangan.


Pembinaan Sumber Daya Manusia
Tenaga Pendidik / Guru
Maju mundurnya dunia pendidikan, baik formal maupun non formal, tergantung dari peran seorang guru sebagai ujung tombak keberhasilan. Sehingga keberadaan guru yang professional dan berdedikasi tinggi ,mutlak diperlukan untuk menghasilkan alumni – alumni yang berkompeten dibidangnya. Dan ke Profesionalan seorang guru akan tercapai bilamana kesejahteraan pribadi seorang guru maupun keluarganya terpenuhi, sehingga bisa lebih fokus dalam memberikan bimbingan dan pendidikan pada siswa – siswinya. Karena, dari sekian orang tenaga Amal Sholih yang berkecimpung di Pondok dalam uraian diatas adalah tenaga Amal Sholih Full Timer Pondok yang mempunyai tanggungan keluarga. Sehingga semua kebutuhan hidup diri dan keluarga mereka tergantung pada Pondok.
Termasuk kepedulian para pengurus untuk memberikan tambahan ilmu kepada guru – guru pondok berupa mengikutkan dalam seminar, pelatihan, workshop dan lain – lain yang ada kaitannya dengan dunia pendidikan anak untuk menunjang keprofesionalan tersebut. Sehingga keberadaan guru dan tenaga pendidik akan selalu bisa menyesuaikan dengan teknologi perkembangan zaman dan meningkatkan kreatifitas guru dalam menumbuh kembangkan ilmu dan teknologi untuk menuju masyarakat berbasis ilmu dan teknologi yang merupakan tujuan bangsa dengan tetap berada dalam koridor agama.


C. RUANG LINGKUP PONDOK PESANTREN

·        Fasilitas Pondok Pesantren.

Ruang Siswa     
Ø  Terdapat 2 Ruang Kamar Tidur Siswa dengan ukuran 5m x 7m untuk sekitar 60 anak dengan kondisi beralas kasur ukuran ketebalan 5 cm.
Ø  Ada 2 ruang kamar Pakaian sekaligus Ruang ganti baju siswa.
Ø 1 Ruang makan siswa dengan ukuran 5m x 6m.
Ø 1 Ruang UKP (Unit Kesehatan Pondok) dengan ukuran 3m x 5m
Ø Kamar mandi / WC siswa ada 5 ruang.
 Ruang Siswi
Ø  Terdapat Wisma Khusus Siswi yang terletak agak terpisah dengan 2 Ruang Kamar Tidur Siswi SD ukuran 4m x 6m untuk sekitar 25 anak dengan beralas karpet.
Ø  Adapun Kamar Pakaian dan Ruang ganti baju siswi SD berada di Lorong Wisma.
Ø  Ada 1 Ruang Kamar Tidur Siswi SLTP sekaligus sebagai Kamar Pakaian dan Ruang ganti baju.
Ø Terdapat 3 Kamar mandi / WC didalam Wisma dan 3 Kamar mandi / WC di Luar wisma.
Ø Untuk sementara Siswi belum mempunyai UKP dan Ruang makan Khusus.

Fasilitas Umum Pondok
Ø Terdapat Bangunan Masjid 2 Lantai dengan ukuran 10m x 12m.
Ø 1 Ruang Tamu dan Kantor.
Ø 2 Kamar Tamu.
Ø Kamar Guru / Pendidik ada 3 Ruang dengan ukuran masing-masing 4m x 6m.


            B. PROFIL  PONDOK PESANTREN CABE RAWIT

 Pondok Pesantren Anak-Anak Cabe Rawit “NURSALAM” berdiri sejak bulan Juli 1998 dan sejak saat itu pulalah Pembinaan calon Generasi Penerus dilaksanakan. Berada dibawah naungan “Yayasan Cabe Rawit Nursalam Blitar”, pada awal perintisan, Pondok hanya membina siswa – siswi sejumlah sekitar 60 anak yang berasal dari Wilayah Kabupaten dan Kota Blitar saja. Seiring dengan perkembangannya, pada tahun ke-2 perintisan, nama PonPes Anak-Anak ini mulai dikenal oleh masyarakat umum. Sehingga jumlah siswa pondokpun semakin bertambah dan tidak hanya berasal dari wilayah Kab / Kota Blitar saja tetapi berasal dari seluruh penjuru Nusantara.. Dan sampai saat ini siswa – siswi Pondok  tiap tahun selalu ada peningkatan dengan jumlah rata-rata 100 anak. Dan jumlah siswa akan dibatasi maksimal 100 anak sebelum ada penambahan Sarana Prasarana Pondok, mengingat kondisi sarana prasarana yang ada saat ini masih sangat perlu perbaikan dan penambahan.
Adapun tenaga yang berkecimpung dalam mengurusi Pondok dari segi ke-ilmuan atau hal lainnya berasal dari tenaga sukarela ( Muballigh dan Muballighoh ) serta warga sekitar yang mendedikasikan diri untuk membantu membina siswa – siswi yang sudah dititipkan pembinaannya di PonPes ini. Tenaga Pendidik / Guru tetap sebanyak 7 orang, Guru tidak tetap sebanyak 3 orang, Tenaga cuci baju siswa-siswi (laundry) 6 orang, Tenaga Administrasi / Kantor 1 orang dan Tenaga bantu Les Bahasa Inggris 1 orang.
Biaya operasional PonPes Anak-Anak Cabe Rawit “NURSALAM” berasal dari iuran Orang Tua / wali siswa-siswi karena pada dasarnya PonPes ini adalah Pondok Mandiri dan Non Komersiil. Adapun nominal iuran berdasarkan Musyawarah para Pengurus dan biaya / iuran tersebut akan mengalami perubahan sesuai dengan harga kebutuhan pokok pada waktu itu. Kalaupun dalam pelaksanaan ada sisa uang / saldo, maka akan dipergunakan untuk biaya perawatan gedung / sarana prasarana yang ada.
Mengingat sampai saat ini, Yayasan yang menaungi keberadaan PonPes ini belum memiliki sekolah Formal mandiri, maka untuk Pendidikan Formal siswa-siswi dititipkan pembinaannya di sekolah – sekolah Negeri maupun Swasta yang berada disekitar Pondok. Baik yang usia SD maupun usia SLTP. Dan harapan kedepan, mudah – mudahan Yayasan Cabe Rawit Nursalam Blitar memiliki Sekolah Formal Mandiri untuk lebih mengoptimalkan hasil Pembinaan.
            Desain Kurikulum Pendidikan Pondok merupakan Formula dari system pendidikan yang mencangkup pemenuhan kebutuhan fundamental dengan mengedepankan prinsip – prisnsip agama dengan didukung program “TRI SUKSES” pembinaan generasi penerus yaitu ber-Ilmu, ber-Akhlak Mulia dan Mandiri. Dengan harapan menghasilkan  remaja – remaja yang sukses dunia dan akhiratnya dan siap ber Kompetisi di Era Globalisasi ini.
            Selama masa Pembinaan di Pondok, siswa – siswi diharapkan menguasai materi – materi yang sudah disajikan selama waktu pendidikan, yang nantinya hasil itu dapat di Adopsikan di Lingkungan masyarakat. Sehingga bisa membawa nuansa dan cakrawala berbeda berdasarkan kebenaran agama. Selanjutnya, dengan modal kefahaman agama, bisa menanamkan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara berdasarkan nilai – nilai Qur’an Hadits. Dengan mulianya akhlak bisa membawa masyarakat kearah yang lebih baik. Dan dengan ke-Mandirian, bisa menciptakan suasana perekonomian lebih kondusif, baik secara pribadi maupun dalam lingkup masyarakat luas.


A. LATAR BELAKANG

Tiada Rangkaian kata yang indah selain panjatan rasa Syukur ke Hadlirat Allah Azza Wajalla, yang telah melimpahkan Nikmat dan Rahmad-Nya pada kita semua. Sholawat dan Salam semoga tercurah kepada Junjungan Nabi Agung Muhammad SAW yang akan kita harapkan Syafaatnya di hari Qiamat. Juga terima kasih yang tak terhingga kami haturkan kepada saudaraku sekalian yang telah menyempatkan dan menyisihkan sebagian waktu untuk menelaah apa yang akan kami paparkan.
Sebenarnya, apabila kita lihat dari apa yang telah di INSTRUKSIKAN oleh Rosululloh Muhammad SAW dalam sebuah hadits adalah, bahwa terjadinya kerusakan zaman terjadi antara lain apabila Generasi tua sudah wafat sementara generasi mudanya belum / tidak mau belajar ilmu (Agama) dari generasi terdahulunya. Sehingga apabila suatu saat dijadikan pemimpin atau Juru hukum, maka mereka akan memimpin dan menghukumi dengan tanpa Ilmu (sesuai keinginannya). Terlebih lagi dalam kondisi akhir zaman ini, tantangan dalam hal membina Generasi Penerus semakin besar, mengarahkan Generasi Penerus juga semakin sulit. Pengaruh negatif senantiasa menghampiri Generasi kita dimanapun mereka berada. Begitu mudahnya mereka mendapatkan informasi yang mereka inginkan, baik dari media cetak ataupun media elektronik. Pengaruh pergaulan bebas, fasilitas HP yang semakin murah juga pengaruh Informasi Teknologi (Internet) yang semakin murah dan mudah untuk diakses. Apabila tidak mempunyai filter kefahaman agama yang kuat, bukan tidak mungkin mereka terjerumus dalam hal-hal yang bertentangan dengan moral dan agama.
Siapakah yang harus kita salahkan? Generasi Kita…? Teman mereka…? Kecanggihan teknologi…?  Ataukah kita yang menjadi Orang tua dan Pendidik mereka…???!!! Wallahu A’laam. Marilah masing-masing dari kita INTROSPEKSI diri, agar kerusakan moral tidak sampai menimpa pada generasi kita. Kita tidak bisa saling menyalahkan dan meng”Kambing Hitam”kan yang lain. Marilah kita samakan Visi dan Persepsi dalam membina dan mendidik mereka, agar mereka benar – benar menjadi remaja yang tangguh dan mempunyai wawasan luas dengan didasari kefahaman ilmu agama.
Salah satu wujud nyata dari hal tersebut diatas adalah dengan melakukan kerjasama diantara beberapa unsur yang ada, meliputi Orang Tua, Guru (Muballigh / Muballighoh ), Pakar Pendidik (termasuk Psikolog) dan Pengurus diniyah (Agama). Dari beberapa unsur tersebut harus selalu berjalan beriringan, saling melengkapi dan saling membantu dalam hal peembinaan terhadap Generasi Penerus. Termasuk membina mereka dengan kontinyu dan berkesinambungan agar berhasil mencetak mereka menjadi manusia yang berguna  bagi diri sendiri, keluarga serta bagi Nusa, Bangsa dan Agama.
Patut disyukuri, para Pengurus Diniyah selalu peduli melancarkan Pembinaan Generasi Penerus untuk melestarikan Kemurnian Agama Islam yang berdasar Al Qur’an dan Al Hadits. Membina dan menjadikan mereka Generasi Penerus yang ber Ilmu, ber Akhlak Mulia dan mampu Mandiri tanpa menggantungkan hidup pada orang lain, yang akan menjadi Panutan bagi masyarakat untuk calon-calon Pemimpin dimasa yang akan datang.

Sesuai dalil dalam Al Qur’an  Ayat 



Artinya: Wahai orang-orang yang beriman,  jagalah diri  dan keluarga kalian dari api neraka.  (QS At Tahriim : 6)
Dengan perjuangan yang tidak kenal lelah dan berjalan dengan kondisi apa adanya, para Pengurus di Wilayah Kota Blitar berusaha untuk merintis tempat Pembinaan Generasi Penerus yang akan melanjutkan tongkat estafet perjuangan para pendahulunya. Hambatan dan rintangan silih berganti, pro dan kontra telah dilalui. Dengan niat mulia dan hati tulus ikhlas demi agama Allah yang khak, semua rintangan terasa tiada artinya.
Untuk mewujudkan gagasan dan citi-cita tersebut, maka dirintislah Pondok Pesantren Anak-Anak Cabe Rawit “NURSALAM”. Terletak disebuah Dusun yang jauh dari kebisingan, aktifitas dan hiruk pikuk Kota. Pondok Pesantren ini tepatnya berada di Kelurahan Dandong, Kecamatan Srengat di wilayah Kabupaten Blitar. Berada di Lereng sebuah pegunungan yang menjadi maskot Kecamatan Srengat yaitu “Gunung Pegat”. Dan menurut kami, karena letaknya yang jauh dari keramaian kota itulah, tempat ini sangat ideal sebagai tempat menempa ilmu bagi calon – calon Generasi Penerus dimasa yang akan datang. Dengan suasana yang masih asri, udara pegunungan yang segar jauh dari polusi udara dan lingkungan masyarakat yang tentram dan damai menambah suasana pembinaan menjadi lebih bersemangat.


KATA PENGANTAR
 



Diiringi rasa syukur kehadlirat ALLAH SWT, kami telah menyusun proposal permohonan Peningkatan mutu SDM, Perbaikan Saran Prasarana Pondok dan Kepemilikan Lahan Pengembangan PonPes Anak-Anak Cabe Rawit “NURSALAM” Blitar. Disusunnya Proposal ini, diharapkan membuka Cakrawala baru didalam masyarakat umum, tentang betapa pentingnya membina Generasi Penerus sejak usia dini. Dan memberikan kesempatan untuk andil ber Amal Jariyah bagi para Pembaca yang di Qodar Allah mempunyai keluasan Rezeki sehingga harta titipan Allah ini bisa bermanfaat bagi diri, keluarga dan masyarakat.
 Dengan adanya Pondok Pesantren sebagai tempat pembinaan generasi penerus merupakan bukti nyata kepedulian para Pengurus untuk membentengi Akhlak dan Moral Generasi muda dari pengaruh negatif arus Globalisasi. Maka kami selaku pelaksana pondok pesantren yang berada ditengah masyarakat siap untuk melaksanakan pembinaan untuk meningkatkan SDM Generasi Penerus menjadi ber Ilmu, ber Akhlak Mulia dan Mandiri yang dalam istilah sekarang adalah Profesional dan Religius.
Sesuai dengan apa yang akan kami uraikan, segala hambatan dan tantangan telah kami dapatkan sebelum dan sampai penyelesaian Proposal ini. Namun dengan jerih payah, usaha serta keyakinan, semuanya dapat kami atasi. Besar harapan kami mudah mudahan Proposal ini bisa dipertimbangkan dan diterima.
Kami sampaikan Syukur dan Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penyusunan Proposal ini. Kami mengharap kritik dan saran serta dukungan Moril maupun Materiil, agar apa yang tertuang dalam Proposal ini bisa terwujud dan Allah memberikan kelancaran dan kebarokahan. Amiin.







Blitar, Januari 2012
                                                                               Ketua Yayasan Cabe Rawit Nursalam Blitar


 



H. FAISOL NURSALIM, SP.
                                                                                  KETUA


Dari lingkungan hidupnya………
Anak-anak belajar

Jika Anak biasa hidup dicacat dan dicela
Kelak ia akan terbiasa mengalahkan orang lain

Jika Anak biasa hidup dalam permusuhan
Kelak ia akan terbiasa menentang dan melawan

Jika Anak biasa hidup dicekam ketakutan
Kelak ia akan terbiasa merasa resah dan cemas

Jika Anak biasa hidup diolok-olok
Kelak ia akan terbiasa menjadi pemalu

Jika Anak biasa hidup dikelilingi perasaan iri
Kelak ia akan terbiasa menjadi bersalah

Jika Anak biasa hidup dikasihani
Kelak ia akan terbiasa meratapi nasib diri sendiri

Jika Anak biasa hidup serba dimengerti dan dipahami
Kelak ia akan terbiasa menjadi penyabar

Jika Anak biasa hidup diberi semangat dan dorongan
Kelak ia akan terbiasa percaya diri

Jika Anak biasa hidup dipuji
Kelak ia akan terbiasa menghargai

Jika Anak biasa hidup tanpa banyak dipersalahkan
Kelak ia akan terbiasa senang menjadi dirinya sendiri

Jika Anak biasa hidup mendapat pengakuan dari kiri kanan
Kelak ia akan terbiasa senang menetapkan sasaran langkahnya

Jika Anak biasa hidup hidup jujur
Kelak ia akan terbiasa memilih kebenaran

Jika Anak biasa hidup diperlakukan adil
Kelak ia akan terbiasa dengan keadilan

Jika Anak biasa hidup mengenyam rasa aman
Kelak ia akan terbiasa mengendalikan diri dan orang-orang sekitarnya

Jika Anak biasa hidup di tengah keramah-tamahan
Kelak ia akan terbiasa berpendirian

Memang indah menawan dunia tempat tinggal ini !.........Biasa hidup bagaimana anak kita?



STRUKTUR ORGANISASI KEPENGURUSAN PONDOK PESANTREN
ANAK-ANAK CABERAWIT “NUR SALAM“
DANDONG – SRENGAT – BLITAR

PEMBINA
1. Drs.H.Mustamir.Karim,S.Pd
2. H.Darwanto
3. Dra.Hj.Ratna  Permana

SEKSI HUMAS
Aang Wahyudi
SEKSI UMUM
Ngisa Ansori
Ketua
1. KH. Nur Salim,SP
2. Drs. H.Maad afandi

Sekretaris
1. Drs.H.Muhammad 
    Yuwinarji
2. Musna’am

SEKSI PENDIDIKAN
Arif Winarso

Bendahara
1. Wildan Fauzan
2. Joko Presetyo

 





























SUSUNAN PENGURUS
PONPES ANAK-ANAK CABE RAWIT
“NURSALAM”
Dandong – Srengat –Blitar
PERIODE 2010 – 2015
 



Pelindung             : Kepala Kelurahan Dandong

Penasehat             : 1. KH. Muhammad Abdul Karim, Spd.
  2. KH. Darwanto
  3. Dra. Hj. Ratna Permana

Ketua                             : 1. KH. Faisol Nur Salim,SP
                                 2. Drs.H.Maad Affandi
                                    
Sekretaris             : 1. Drs.H.Muhammad Yuwinarji
                                 2. Musna’am

Bendahara            : 1. Wildan Fauzan
                                 2. Joko Presetyo

Seksi-seksi           :
a.           Seksi pendidikan           :  Arif Winarso
b.           Seksi humas                 :  Aang Wahyudi
c.     Seksi umum                 :  Ngisa  Ansori



                                                                                          Ditetapkan di : Blitar
                                                                                                                     Pada Tanggal : 20-04-2010
Pengurus Yayasan  Cabe Rawit Nursalam Blitar






                                                                                                  H. Faisol Nursalim, SP.
                                                                                                      KETUA