Senin, 06 Februari 2012


A. LATAR BELAKANG

Tiada Rangkaian kata yang indah selain panjatan rasa Syukur ke Hadlirat Allah Azza Wajalla, yang telah melimpahkan Nikmat dan Rahmad-Nya pada kita semua. Sholawat dan Salam semoga tercurah kepada Junjungan Nabi Agung Muhammad SAW yang akan kita harapkan Syafaatnya di hari Qiamat. Juga terima kasih yang tak terhingga kami haturkan kepada saudaraku sekalian yang telah menyempatkan dan menyisihkan sebagian waktu untuk menelaah apa yang akan kami paparkan.
Sebenarnya, apabila kita lihat dari apa yang telah di INSTRUKSIKAN oleh Rosululloh Muhammad SAW dalam sebuah hadits adalah, bahwa terjadinya kerusakan zaman terjadi antara lain apabila Generasi tua sudah wafat sementara generasi mudanya belum / tidak mau belajar ilmu (Agama) dari generasi terdahulunya. Sehingga apabila suatu saat dijadikan pemimpin atau Juru hukum, maka mereka akan memimpin dan menghukumi dengan tanpa Ilmu (sesuai keinginannya). Terlebih lagi dalam kondisi akhir zaman ini, tantangan dalam hal membina Generasi Penerus semakin besar, mengarahkan Generasi Penerus juga semakin sulit. Pengaruh negatif senantiasa menghampiri Generasi kita dimanapun mereka berada. Begitu mudahnya mereka mendapatkan informasi yang mereka inginkan, baik dari media cetak ataupun media elektronik. Pengaruh pergaulan bebas, fasilitas HP yang semakin murah juga pengaruh Informasi Teknologi (Internet) yang semakin murah dan mudah untuk diakses. Apabila tidak mempunyai filter kefahaman agama yang kuat, bukan tidak mungkin mereka terjerumus dalam hal-hal yang bertentangan dengan moral dan agama.
Siapakah yang harus kita salahkan? Generasi Kita…? Teman mereka…? Kecanggihan teknologi…?  Ataukah kita yang menjadi Orang tua dan Pendidik mereka…???!!! Wallahu A’laam. Marilah masing-masing dari kita INTROSPEKSI diri, agar kerusakan moral tidak sampai menimpa pada generasi kita. Kita tidak bisa saling menyalahkan dan meng”Kambing Hitam”kan yang lain. Marilah kita samakan Visi dan Persepsi dalam membina dan mendidik mereka, agar mereka benar – benar menjadi remaja yang tangguh dan mempunyai wawasan luas dengan didasari kefahaman ilmu agama.
Salah satu wujud nyata dari hal tersebut diatas adalah dengan melakukan kerjasama diantara beberapa unsur yang ada, meliputi Orang Tua, Guru (Muballigh / Muballighoh ), Pakar Pendidik (termasuk Psikolog) dan Pengurus diniyah (Agama). Dari beberapa unsur tersebut harus selalu berjalan beriringan, saling melengkapi dan saling membantu dalam hal peembinaan terhadap Generasi Penerus. Termasuk membina mereka dengan kontinyu dan berkesinambungan agar berhasil mencetak mereka menjadi manusia yang berguna  bagi diri sendiri, keluarga serta bagi Nusa, Bangsa dan Agama.
Patut disyukuri, para Pengurus Diniyah selalu peduli melancarkan Pembinaan Generasi Penerus untuk melestarikan Kemurnian Agama Islam yang berdasar Al Qur’an dan Al Hadits. Membina dan menjadikan mereka Generasi Penerus yang ber Ilmu, ber Akhlak Mulia dan mampu Mandiri tanpa menggantungkan hidup pada orang lain, yang akan menjadi Panutan bagi masyarakat untuk calon-calon Pemimpin dimasa yang akan datang.

Sesuai dalil dalam Al Qur’an  Ayat 



Artinya: Wahai orang-orang yang beriman,  jagalah diri  dan keluarga kalian dari api neraka.  (QS At Tahriim : 6)
Dengan perjuangan yang tidak kenal lelah dan berjalan dengan kondisi apa adanya, para Pengurus di Wilayah Kota Blitar berusaha untuk merintis tempat Pembinaan Generasi Penerus yang akan melanjutkan tongkat estafet perjuangan para pendahulunya. Hambatan dan rintangan silih berganti, pro dan kontra telah dilalui. Dengan niat mulia dan hati tulus ikhlas demi agama Allah yang khak, semua rintangan terasa tiada artinya.
Untuk mewujudkan gagasan dan citi-cita tersebut, maka dirintislah Pondok Pesantren Anak-Anak Cabe Rawit “NURSALAM”. Terletak disebuah Dusun yang jauh dari kebisingan, aktifitas dan hiruk pikuk Kota. Pondok Pesantren ini tepatnya berada di Kelurahan Dandong, Kecamatan Srengat di wilayah Kabupaten Blitar. Berada di Lereng sebuah pegunungan yang menjadi maskot Kecamatan Srengat yaitu “Gunung Pegat”. Dan menurut kami, karena letaknya yang jauh dari keramaian kota itulah, tempat ini sangat ideal sebagai tempat menempa ilmu bagi calon – calon Generasi Penerus dimasa yang akan datang. Dengan suasana yang masih asri, udara pegunungan yang segar jauh dari polusi udara dan lingkungan masyarakat yang tentram dan damai menambah suasana pembinaan menjadi lebih bersemangat.

0 komentar:

Posting Komentar