A. LATAR BELAKANG
Tiada Rangkaian kata yang indah selain panjatan rasa Syukur ke Hadlirat
Allah Azza Wajalla, yang telah melimpahkan Nikmat dan Rahmad-Nya pada kita
semua. Sholawat dan Salam semoga tercurah kepada Junjungan Nabi Agung Muhammad
SAW yang akan kita harapkan Syafaatnya di hari Qiamat. Juga terima kasih yang
tak terhingga kami haturkan kepada saudaraku sekalian yang telah menyempatkan dan
menyisihkan sebagian waktu untuk menelaah apa yang akan kami paparkan.
Sebenarnya, apabila kita lihat dari apa yang telah di INSTRUKSIKAN oleh Rosululloh Muhammad
SAW dalam sebuah hadits adalah, bahwa terjadinya kerusakan zaman terjadi antara
lain apabila Generasi tua sudah wafat sementara generasi mudanya belum / tidak
mau belajar ilmu (Agama) dari generasi terdahulunya. Sehingga apabila suatu
saat dijadikan pemimpin atau Juru hukum, maka mereka akan memimpin dan
menghukumi dengan tanpa Ilmu (sesuai keinginannya). Terlebih lagi dalam kondisi
akhir zaman ini, tantangan dalam hal membina Generasi Penerus semakin besar,
mengarahkan Generasi Penerus juga semakin sulit. Pengaruh negatif senantiasa
menghampiri Generasi kita dimanapun mereka berada. Begitu mudahnya mereka
mendapatkan informasi yang mereka inginkan, baik dari media cetak ataupun media
elektronik. Pengaruh pergaulan bebas, fasilitas HP yang semakin murah juga
pengaruh Informasi Teknologi (Internet) yang semakin murah dan mudah untuk
diakses. Apabila tidak mempunyai filter kefahaman agama yang kuat, bukan tidak
mungkin mereka terjerumus dalam hal-hal yang bertentangan dengan moral dan
agama.
Siapakah yang harus kita salahkan? Generasi Kita…? Teman mereka…?
Kecanggihan teknologi…? Ataukah kita
yang menjadi Orang tua dan Pendidik mereka…???!!! Wallahu A’laam. Marilah
masing-masing dari kita INTROSPEKSI
diri, agar kerusakan moral tidak sampai menimpa pada generasi kita. Kita tidak
bisa saling menyalahkan dan meng”Kambing
Hitam”kan yang lain. Marilah kita samakan Visi dan Persepsi dalam membina
dan mendidik mereka, agar mereka benar – benar menjadi remaja yang tangguh dan
mempunyai wawasan luas dengan didasari kefahaman ilmu agama.
Salah satu wujud nyata dari hal tersebut diatas adalah dengan melakukan
kerjasama diantara beberapa unsur yang ada, meliputi Orang Tua, Guru (Muballigh
/ Muballighoh ), Pakar Pendidik (termasuk Psikolog) dan Pengurus diniyah
(Agama). Dari beberapa unsur tersebut harus selalu berjalan beriringan, saling
melengkapi dan saling membantu dalam hal peembinaan terhadap Generasi Penerus.
Termasuk membina mereka dengan kontinyu dan berkesinambungan agar berhasil
mencetak mereka menjadi manusia yang berguna bagi diri sendiri, keluarga serta bagi Nusa,
Bangsa dan Agama.
Patut disyukuri, para Pengurus Diniyah selalu peduli melancarkan
Pembinaan Generasi Penerus untuk melestarikan Kemurnian Agama Islam yang
berdasar Al Qur’an dan Al Hadits. Membina dan menjadikan mereka Generasi
Penerus yang ber Ilmu, ber Akhlak Mulia dan mampu Mandiri tanpa menggantungkan hidup pada
orang lain, yang akan menjadi Panutan bagi masyarakat untuk calon-calon
Pemimpin dimasa yang akan datang.
Sesuai dalil
dalam Al Qur’an Ayat
Artinya:
Wahai orang-orang yang beriman, jagalah
diri dan keluarga kalian dari api neraka. (QS At Tahriim : 6)
Dengan perjuangan yang tidak kenal lelah dan berjalan dengan kondisi apa
adanya, para Pengurus di Wilayah Kota Blitar berusaha untuk merintis tempat
Pembinaan Generasi Penerus yang akan melanjutkan tongkat estafet perjuangan
para pendahulunya. Hambatan dan rintangan silih berganti, pro dan kontra telah
dilalui. Dengan niat mulia dan hati tulus ikhlas demi agama Allah yang khak,
semua rintangan terasa tiada artinya.
Untuk
mewujudkan gagasan dan citi-cita tersebut, maka dirintislah Pondok Pesantren
Anak-Anak Cabe Rawit “NURSALAM”. Terletak disebuah Dusun yang jauh dari
kebisingan, aktifitas dan hiruk pikuk Kota. Pondok Pesantren ini tepatnya berada
di Kelurahan Dandong, Kecamatan Srengat di wilayah Kabupaten Blitar. Berada di
Lereng sebuah pegunungan yang menjadi maskot Kecamatan Srengat yaitu “Gunung
Pegat”. Dan menurut kami, karena letaknya yang jauh dari keramaian kota itulah,
tempat ini sangat ideal sebagai tempat menempa ilmu bagi calon – calon Generasi
Penerus dimasa yang akan datang. Dengan suasana yang masih asri, udara
pegunungan yang segar jauh dari polusi udara dan lingkungan masyarakat yang
tentram dan damai menambah suasana pembinaan menjadi lebih bersemangat.






0 komentar:
Posting Komentar